Pityriasis Rosea saat hamil

Screenshot_2014-06-01-07-46-04Nggak seperti hamil Kheif dulu yang sepanjang kehamilan gw batuk pilek on and off melulu, hamil kedua ini Alhamdulillah lebih badak. Mual muntahnya sih tetep sama ya. Tapi Alhamdulillah belum (semoga tidak) pernah batuk pilek flu ataupun demam. Padahal load kerjaan dulu sama sekarang beda banget. Dulu kerjaan santai, sore udah di rumah, ga ada lembur maupun macet macetan di jalan sampe malam hari. Sedangkan sekarang, kebalikannya 180 derajat.

Tapi ternyata yang namanya kekebalan tubuh saat hamil itu memang menurun ya. Di kehamilan kedua ini gw terkena Pityarisis Rosea 2 kali!

Pertama kali di akhir trimester 1 dan awal trimester 2.

Gejalanya spt apa?

Awalnya cuma gatel aja di bagian seputar abdomen tertentu. Gw pikir wajar kali mungkin gw pulang malem udah kecapean trus gak mandi dan jadi gatel gatel deh. hihi jorok ya.

Tapi ketika muncul bintik bintik merah baru deh parno. Takutnya kena campak/cacar air dsb. Dan semakin banyak bintik merahnya semakin gatel rasanya.

Ciri khas Pityriasis Rosea ini adalah ada satu bintik merah yang paling besar yang mana ini bisa dikatakan induk-nya. Setelah itu baru muncul bintik-bintik yang lebih kecil di sekitar dada, punggung, lengan, dan sedikit paha. Jarang sekali muncul di wajah maupun kaki. Bintik merahnya kering, gak basah spt cacar (CMIIW belom pernah kena soalnya).

Nanya ke tante yang dokter kulit ternyata gw kena Pityarisis Rosea sejenis virus yang menyerang jika daya tahan tubuh menurun. Dan katanya nanti akan hilang dengan sendirinya.

Setelah googling sana sini akhirnya gw putuskan untuk mengganti sabun mandi dengan yang lebih mild dan mengoleskan caladine cair setiap hari. dan bener aja setelah beberapa minggu akhirnya hilang sendiri.

Tapii..beberapa minggu setelahnya kok ya dateng lagi. Why oh why?

Akhirnya gw pun beneran dateng ke dokter kulit langganan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Dan menurut dokter memang bisa kambuh lagi selama daya tahan tubuh sedang menurun. Dokterpun meresepkan salep racikan yang aman untuk ibu hamil. Yang akhirnya gw pake bergantian dengan Caladine cair.

Oh ya, gw juga sempet datengin obgyn gw loh saking parnonya. Ternyata si baby baik baik aja Alhamdulillah. dan beberapa minggu kemudian membaik dan hilang. BHAY jangan balik lagi yak.

Alhamduliilah oles oles Caladine cair bisa digantikan dengan oles oles lotion pencegah strechmarks ūüėÄ

 

Next chapter ; Irigasi Kolon

Sabtu lalu akhirnya kita ke dr. Ariono lagi sambil bawa hasil USG perut dari dr. Amalia Evianti. Liat-liat di buku pasien, terakhir kali ke dr. Ariono itu udah 3 Februari 2013. Udah setaun lebih. Waktu itu keluhannya adalah Kheif gak bisa pup dengan tuntas. Kecipirit gitu kali ya. Waktu itu dia masih pake pospak. Dan dr Ariono  bilang wajar kalo dia masih belum bisa ngontrol. Kalau sampai usianya 5 tahun masih gitu juga akan di datangkan terapis ke rumah dan setelahnya mama papa melanjutkan ajaran terapis itu di rumah.

Setelah di periksa dokter, Alhamdulillah tidak ada penyempitan di anus-nya. Tapi karena di hasil USG terlihat ada dilatasi usus (pembesaran usus) maka dokter menyarankan untuk dilakukan irigasi/evakuasi usus / spooling.

Plan dari dokter begini, spooling satu kali seminggu selama satu bulan. Kalau masih konstipasi juga maka disarankan untuk Bowel treatment di bagian Tumbuh Kembang RSAB Harapan Kita.

Jadi apa sih irigasi/evakuasi usus / spooling ini? Tadinya gw pikir dengan minum dulcolactol aja udah cukup. Ternyata dokter lebih menyarankan spooling ini daripada ketergantungan terhadap dulcolactol.

Jadilah setelah dari dokter kita di rujuk ke Widuri (bangsal bedah anak) dan disana suster ngajarin gimana caranya spooling dan alat2 apa saja yang harus di siapkan. Jadi untuk spooling ke dua sampai ke empat mama yang akan lakukan di rumah.

Spooling hari itu belum langsung keliatan hasilnya. Entah karena usus besar Kheif sudah bersih dari pup ataukah karena saking kuatnya sisa pup nempel disana. * berdoa semoga yang pertama*.

Jadi hari ini gw baru sempet googling tentang apa itu irigasi/evakuasi usus / spooling dan begini temuannya.

Cuci usus besar / kolon atau yang dikenal dengan istilah lain seperti colon hydrotherapy, colon cleansing, irigasi kolon, dan sebagainya adalah terapi yang membilas isi kolon (usus besar) dengan air hangat dan steril untuk mengeluarkan kerak-kerak feces, lendir, dan gas di dalam kolon. Kalau untuk Kheif disarankan menggunakan NaCl. Tidak di tambahkan Glycerin karena gak pengen ada efek mulas.

Kerak-kerak feces ini adalah sumber racun (toxin) yang dapat diserap kembali oleh tubuh sehingga mengganggu kesehatan antara lain seperti jerawat (akne), kanker kolon, dan sebagainya. Kerak-kerak feces yang semakin lama menumpuk juga bisa menyebabkan konstipasi (sembelit, susah BAB).

Yang membutuhkan irigasi kolon (colon cleansing / colon hydrotherapy) biasanya adalah penderita konstipasi (sembelit), penderita jerawat (akne), pasien yang mengeluh perut sering terasa kembung dan/atau bergas, mudah lelah, pening, gangguan kesehatan lain, dan mereka yang ingin awet muda (meremajakan tubuh).

Kelebihan irigasi kolon (colon hydrotherapy / colon cleansing) dalam mengatasi sembelit (konstipasi / susah BAB) dibandingkan produk pencahar dan/atau makan makanan berserat adalah makan makanan berserat adalah syarat mutlak untuk hidup sehat dan terhindar dari sembelit/konstipasi. Namun kenyataannya sebagian orang mengabaikan atau lupa hal ini. Irigasi kolon merupakan sarana yang salah satu manfaatnya adalah membantu mereka yang telah gagal mengikuti pola hidup sehat sehingga menderita sembelit (konstipasi). Walaupun pasien sembelit akhirnya terbebas dari kolon mampet, dia seharusnya memperbaiki pola hidupnya. Contoh: berolah raga teratur, makan makanan berserat, dan banyak minum air.

Irigasi kolon adalah pilihan lebih baik daripada pencahar. Pencahar bekerja dengan merangsang iritasi pada¬†kolon sehingga¬†kolon ‚Äúdipaksa‚ÄĚ untuk bergerak mengeluarkan isinya. Efek samping jangka panjang pencahar adalah melemahkan kemampuan¬†kolon untuk bergerak sendiri.¬†Kolon menjadi bergantung pada rangsangan dari pencahar. Irigasi kolon mengeluarkan kotoran-kotoran (feces) dari kolon.

Kadang kerak (sisa kotoran/feces) tidak terlihat keluar saat irigasi kolon karena
Kerak-kerak feces yang tertinggal di dalam kolon biasanya sudah menetap selama bertahun-tahun dan mengeras. Maka diperlukan lebih dari 1 kali irigasi kolon untuk mengeluarkan kerak-kerak feces ini. Tahap pencucian awal biasanya disarankan 6 kali (satu kali seminggu). Kemudian tahap perawatan sekitar sebulan sekali.

Kemungkinan lain adalah kolon Anda sudah bersih dari kerak-kerak feces.

Pantangan/syarat untuk menjalani terapi irigasi kolon adalah terapi ini tidak disarankan antara lain bagi wanita hamil, penderita wasir(ambeien/hemorrhoid), kanker usus (kolon), atau mereka yang sudah diketahui memiliki gangguan/masalah kolon berat lainnya (contoh: sudah pernah dioperasi, colostomy, dll).

Syarat sesudah menjalani irigasi kolon adalah laksanakan pola hidup sehat seperti makan makanan berserat, berolah raga, banyak minum air, kurangi makanan berlemak, dan sebagainya. Di sarankan juga untuk mengonsumsi suplemen kesehatan kolon (contoh: suplemen yang mengandung bakteri usus).

Manfaat colon hydrotherapy berjangka panjang dan harus didukung inisiatif tiap pasien untuk melaksanakan pola hidup sehat.

Info di sadur dari https://mitralabklinik.wordpress.com/tag/irigasi-kolon/

Jadi gimana reaksi Kheif?

Awalnya pas di rebahkan di tempat tidur dia nangis karena takut. Dan masih nangis juga sih sampai hampir selesai. Tapi pas di tanya sakit apa engga dia bilang gak sakit. Tapi gw yakin dia pasti takut dan gak nyaman.

Sampai beberapa hari setelahnya pun di rumah dia suka bilang kalau dia gak mau di spooling lagi.

K: Ma, aku gak mau di spooling lagi

M: Kenapa, memangnya sakit?

K: engga

M: Trus kenapa ga mau?

K : *menjawab gak jelas”

Tiap hari ini diulang-ulang terus. Rupanya meskipun gak sakit dia tetep trauma dan gak mau lagi. Iya sih, kebayanglah betapa gak nyamannya dimasukin selang dari anus sampai usus besar. Sebelum di masukin, selangnya dikasih semacam pelumas gel vaseline gitu biar gak sakit dan gampang masuknya. Lalu dengan spuit *suntikan besar yang gak ada jarumnya), cairan NaClnya di suntikkan melalui selang lalu di lepas. Ketika dilepas cairan berbalik ke luar lagi (dan siapkan penampungannya) bersama kerak kerak pup. Begitu terus di ulang sampai satu kantong NaCl-nya habis. Setelah itu keluarkan selangnya, berpakaian dan tunggu deh sensasi pengen pup-nya.

I’m so sorry you had to do this Sayangku. It definitely breaks my heart too ūüė¶

one day you’ll understand that this is for your own health and i will do anything to make sure you grow up to be a healthy and happy boy.

For the mean time, bear with me ya Sayang..All the best for you. May Allah always bless you and make it easier for you.

Continue reading

Merindu Lari

Jauh sebelum olahraga lari jadi ngetren seperti sekarang, gw udah lari duluan walopun cuma di treadmil ūüėÄ

Dulu tujuannya untuk mengimbangi diet penurunan berat badan paska melahirkan dan menyusui. Gw rutin lari di gym apartemen minimal pas wiken. Inget banget waktu itu mulai dari 45 menit jalan cepat, 15 menit lari (itupun ga bisa non stop) sampe akhirnya ke porsi lari yang lebih banyak dari jalannya. Plus ketika udah download aplikasi Nike+, bisa lari 5K itu rasanya seneng banget. Apalagi pas detik2 menunggu ‘mbak Nike’ ngomong “one kilometre..two kilometre..” dan seterusnya itu.

Okeh gw keenakan lari di gym. secara gak perlu panas-panasan. Bisa lari konstan tanpa perlu harus merhatiin ada siapa dia depan yang menghalangi track kita. Apalagi treadmill nya di lengkapi fan di depan muka. Jadi ada tiupan angin sepoi sepoi yang bikin keringat gak deres deres amat.

Tapi bukan berarti kerinduan lari di alam terbuka lenyap entah kemana juga sih. Pengen juga lari di outdoor track yang lapang dan bisa bikin lari dengan leluasa. Sempet nyobain lari malam di GBK. Lumayan enak walau masih harus berhati2 kalau ada mobil atau skater boy yang lewat. Pernah juga di Taman Jogging Kelapa Gading. Tracknya naik turun lumayan challenging. Tapi kekurangannya track kurang luas dan yang lari/jalan/sepedahan/dll nya ruame bok..sekali lagi musti aware banget sama keadaan sekeliling.

Well, sekarang gw udah siap siaga 45 untuk mulai lari lagi dan sedang menyusun strategi. Strategi dalam mencuri2 waktu lebih tepatnya. so far:

1. Kamis : sore/malam after office. lari di GBK

2. Sabtu : lari di Taman Jogging atau treadmil di gym rumah

3. Minggu : lari di Car free day Kelapa Gading (Sudirman jauh bok!)

Bismillah. Semoga bisa berjalan sesuai rencana. Apalagi pas wiken biasanya kita punya agenda kepentingan masing2. Setiap sabtu si papa maunya sarapan lontong padang sambil si mbak ke pasar Rawamangun. Pilihannya paling gw di drop di Taman Jogging atau malah sekalian gak ikut dam jogging di gym rumah aja. Dulu gw sering nih begini. Tapi kalo dipikir-pikir kasian juga pak suami dan anak gak ditemenin. 

Loh, kok repot? Kan masih ada siang dan sore?

Nah itu dia. kalo udah wiken itu kita jarang banget di rumah. Bawaannya pengen bawa si bocah jalan-jalan. Jadi sering banget tuh dari siang sampe malem di luar rumah terus pas wiken. Lagian buat gw pribadi, kalo olah raga tuh rasanya lebih enak di pagi hari.

Karena wiken udah deket, gw mau siap-siap nih :

1. running tee + pants + shoes

2. Download Nike+ lagi (karena sempet ilang hp trus lupa dulu username-nya apa)

3. Download lagu lagu penyemangat. Penting banget iniiih!

4. Topi lari adidas yang udah lama di beli tapi belum pernah dipake (buat lari outdoor)

Yuukk, cusssss…

Back in shape: part two

image

Alhamdulillah target pertama 55kg tercapai sudah.

Celana sebelum hamil udh bs dipake walopun msh agak ngepas. Apalagi klo bukan di pinggangnya gara2 perut buncita itu susah bgt ratanya kecuali dgn olah raga.

Yep gw mmg ga olah raga lagi. Duh susahnya utk bisa konsisten olah raga walopun cuma wiken doang. Alhasil berat turun ini cuma krn gw ga mkn nasi aja.

Tapi jeleknya, setelah banyak yg blg kurusan gw malah ga disiplin lg dietnya. Jd suka cheating gitu. Makan nasi lagi, ngemil breadtalk dan gorengan lagi.nyehehehe…

Oh iya salah satu kekurangan diet gw ini adalah daya tahan tubuh gw gampang bgt turun. Gw jd gampang tertular virus flu dan alergi seafood gw kambuh. So there’s obviously something wrong with my diet. Sepertinya kurang gizi seimbang nih ūüė¶

baiklah banyak pr nih menuju berat sblm hamil yaitu 50kg. Tapi gw ga mau ngoyo juga, buat apa kurus tapi ga sehat. So my next target adalah bukan kilogram di timbangan, but how to have a healthy lifestyle including eating habit and exercising regularly. Pengen sehat..sehat..karena kesehatan ga ternilai harganya dan ga bisa digantikan oleh apapun.

Yuk mariiiii…sama2 mencoba ūüôā