Tentang penampilan dan percaya diri

Ada beberapa pendapat yang mengatakan orang yang berdandan adalah orang yang tidak atau kurang percaya diri sehingga merasa perlu untuk menutupinya. Hal ini tentu kembali kepada pribadi masing-masing. Kalau saya pribadi sih menatap lawan bicara yang mukanya enak di lihat adalah bonus poin yang menyenangkan saat berinteraksi dengan lawan bicara yang berkepribadian menarik.

Mungkin karena faktor keturunan, saya termasuk perempuan yang selalu peduli dengan penampilan dari masih toddler piyik sampai sekarang. Penampilan keseluruhan dari atas sampai bawah. Kenapa keturunan, karena dari mama, tante, anak tante sampai nenek saya (yang di usianya yang hampir 80 tahun tetap seneng jahit baju, seneng pake baju baru, padahal keluar rumah paling cuma sekali setahun) semua sangat peduli dengan penampilan fisik

quote-1

picture taken from Google

.

Saya ingat suatu hari ketika sedang dandan di kantor (karena tidak sempat dandan di rumah), teman saya berkomentar “mau di liat siapa sih, wong di sini (kantor) cewek semua..”. Saya hanya tersenyum. Karena buat saya dandan itu bukan untuk orang lain, tapi untuk saya sendiri. Saya selalu suka dengan perasaan semangat yang saya rasakan setelah selesai berdandan. Setelah berdandan saya merasa percaya diri.

loh, jadi saya tidak percaya diri kalau belum dandan? sedangkal itu kah saya?

Dulu waktu jaman sekolah, saya akan percaya diri mengerjakan dan menghadapi ulangan jika saya sudah belajar (mati-matian). Sekarang dalam dunia kerja, saya akan percaya diri presentasi di depan klien jika saya sudah mempelajari dan menguasai konten materi dan berlatih untuk menyampaikan materi tersebut.

Percaya diri = persiapan.

Dan tentu saya percaya diri setelah berdandan karena saya yakin sudah bersiap, berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan versi diri terbaik. Dan inti bersyukur atas karunia Allah adalah dengan niat baik dan usaha untuk menjaga apa yang telah Allah berikan.

Oh on the side note, Saya teringat akhir-akhir ini sering mengeluh betapa lelahnya merawat kulit tubuh, mengoleskan body lotion keseluruh tubuh yang semakin mengering dan bersisik seiring bertambahnya usia (padahal waktu untuk merawat diri terbatas sekali). Tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Kulit tidak selamanya elastis, lembab dan kencang seperti waktu muda dulu. Dan jika saya tidak merawatnya, tidak mengolesnya body lotion, ya sayalah yang akan merasakan ketidaknyamanan di tubuh saya.

Usaha. Terus menerus. Itulah sepertinya inti dari apa yang Allah harapkan untuk manusia lakukan seumur hidup. Nothing comes easy.

 

Advertisements

Bye 2016, Hello 2017

 

Selamat Tahun Baru 2017!

Highlights di Tahun 2016 diantaranya:

  1. Kheif masuk SD. Mulai deh tuh kita serumah bangun jam 5 pagi, gerabak gerubuk nyiapin bekel, buku, dll. Dan selama 6 bulan di SD ini saya teramat sangat jarang menemani Kheif belajar karena selalu saja sudah malam sampai di rumah dan Kheif seringnya sudah tidur. Mulai pusing mikirin bekal.
  2. Khalif di sapih. Yang ternyata susah banget meski sudah di kasih bermacam-macam. Akhirnya disapihnya dengan saya pergi ke Eropa selama 10 hari.
  3. Europe Trip selama 10 hari dari akhir september sampai awal October bersama kolega kantor. It was truly amazing.

Semoga di 2017 menjadi tahun yang baik juga, inshaAllah 🙂

Birthday boy yang susah banget di foto 😅

Selamat Ulang Tahun yg ke 2 tahun, Khalif 😘

Officially baby no more ya, Dek 🙌🏻

View on Path

Happy idul adha everyone! 🙏🏻
My boys shalat berdua aja. Emake tepar abis ngeronda jagain adek lg sakit 💤😴💤😴💤😴 – with Etty Amrin and Syukri

View on Path

Perdana di nebu gak nangis setelah 3 hari berturut2. Thanks to High Five 🙌🏻

Cepet sembuh adek.. Biar besok bisa jalan jalan..😜.

#longweekend
#iduladhaholiday

View on Path

Yang udah semingguan pilek trus skrg demam. Ciyan bayik 😢
Menyapih juga gagal muluk. 2 hari pake brotowali gak mempan. Semalam di oles jinten juga teteuup di sosor. Persisten kamu ya dek 😅

View on Path