Menjelang Lebaran

InshaAllah besok lebaran. Tapi sudah beberapa hari terakhir ini saya kurang gembira menyambutnya. Padahal mama dan adik sudah datang untuk berlebaran di Jakarta. Tahun ini saya tidak bisa mudik karena tiket pesawat yang sangat mahal untuk kami bertiga. Apalagi inshaAllah akhir tahun ini akan lahir baby #2. Jadi uang mudiknya mending buat persiapan menyambut si baby.

Kenapa ya saya mellow banget? Ingin rasanya menyalahkan hormon kehamilan. Tapi rasanya saya sedih karena ini lebaran ke dua tanpa papa. Rasanya banyak sekali yang  berbeda.

Lebaran tahun lalu lebaran pertama tanpa papa. Tapi bedanya tahun lalu kita mudik. Walaupun jelas ada yg beda, tapi saya juga harus berbagi hari dalam seminggu libur itu untuk mengunjungi rumah mertua di kota yang berbeda. Jadi yang hilang ‘cuma’ excitement papa ketika lebaran.

Sekarang dengan mama dan adik yang kemari sedangkan abang saya dan keluarganya di Padang. Sedih juga gak bisa ngumpul rame. Biasanya lebaran di Jakarta jalan2 mall to mall tanpa harus mikirin biaya. Mama dan adik bisa happy jalan jalan dan shopping. Sekarang gak bisa begitu lagi. Semua penuh perhitungan. Dan disini lah letak kesedihan karena saya masih belum bisa membahagiakan keluarga secara finansial. Pengennya kalau mereka datang semua tiket pesawat, makan makan,masuk tempat rekreasi dan shopping saya yang tanggung. Cuma bisa berdoa semoga Allah memberikan rejeki,waktu dan kesempatan agar saya bisa menunaikan niat itu.

Yang juga membuat mellow lebaran ini adalah masalah klasik yaitu mudiknya si asisten rumah tangga. Kayaknya tiap taun sih pasti deg deg ser begini yah. Tapi sekarang rasanya berkali kali lipat lebih berat. Karena si mbak mudik sekalian mau nikah. Tanpa kejelasan statement akan benar benar kembali bekerja lagi atau tidak. Cuma bisa berharap dan berdoa supaya dia memang benar benar balik lagi. Karena saya gak bisa kerja kalau gak ada orang kepercayaan untuk menitipkan Kheif.

InshaAllah 3 bulan lagi Kheif mau punya adik. Saya juga udah cari cari mbak kedua. Udah dapet dan udah deal via telpon. Tapi ketika beberapa hari yang lalu saya sms untuk memastikan apakah dia jadi bekerja dengan saya, sms tidak dibalas. Wah perasaan udah gak enak saja.

Jadilah libur lebaran ini di isi dengan berbagai perasaan yang gak menentu memikirkan masa depan. Terbayang jika tidak ada mbak dan saya harus berhenti bekerja. Memang saya lebih suka bekerja. Dengan catatan anak anak ditinggal dengan orang kepercayaan. Kalau memang keadaan memaksa saya untuk berhenti, demi anak anak pastinya saya rela. Cuma kasian saja sama suami yang musti jadi single fighter dalam mencari nafkah. Ditambah secara hitungan matematisnya sih kalau hanya dengan satu income suami dan 2 anak gak bakalan cukup. Kecuali jika kami long distance marriage, suami di Jakarta, saya dan anak anak di Padang. Tuh kan udah kemana mana banget pikirannya.

Sekarang saya cuma bisa pasrah. Berusaha untuk shalat dan bersabar. Karena katanya pertolongan Allah itu ada dalam shalat dan sabar.

Sedih ya ketika Ramadhan dan Idul fitri ternodai oleh perasaan negatif seperti ini. Dimana seharusnya idul fitri dirayakan dengan penuh syukur dan kebahagiaan. Ahh mungkin karena saya gak puasa karena hamil ini jadinya kurang ‘berasa’ lebarannya. Dan agar merasa lebih baik, saya harus ingat bahwa Lebaran bukan berarti saya harus bersedih karena hal hal diatas tadi. Idul fitri is more than that. Yang di atas tadi hanyalah kebiasaan kebiasaan ciptaan manusia. Lebaran memang mengajarkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, sanak saudara dan teman teman tapi tahun ini saya dapat pelajaran bahwa penting juga Idul Fitri itu di hati. Make peace with my heart. Idul fitri is way more than this. A note for my self.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s